Skip to content

Melangkah ke Sejarah Prailiu: Fransiscus Go Dukung Tenun Ikat dan Ekonomi Lokal di Sumba Timur

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

Sumba Timur – Menyusuri Kampung Raja Prailiu, Sumba Timur, Fransiscus Go menemukan nuansa tenun ikat yang tidak hanya menggoda mata tetapi juga merentang sejarah panjang. Di masa lalu, masyarakat Prailiu berkembang dalam paham Marapu, hidup dengan keyakinan dan penghormatan kepada roh leluhur. Banyak benda dianggap keramat sebagai media penghubung dengan leluhur.

Meskipun sekarang telah beralih ke agama lain, adat istiadat tak pernah ditinggalkan, terutama dalam seni pembuatan tenun ikat yang kental dengan nilai-nilai tradisional. Inilah keajaiban Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal; tidak hanya sebagai warisan budaya hidup, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang membawa kemajuan bagi Nusa Tenggara Timur.

Fransiscus Go, tokoh lokal yang peduli akan keberlanjutan budaya dan ekonomi, menyampaikan, “Langkah kecil kita, dampak besar untuk Nusa Tenggara Timur! Bersama kita dukung UMKM sebagai pilar ekonomi lokal. Beli produk lokal, bagikan cerita sukses UMKM NTT, dan ajak teman-teman untuk turut serta.”

Dengan tindakan sederhana seperti ini, kita dapat memainkan peran penting dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan di wilayah ini. Fransiscus Go mengajak semua untuk bergandengan tangan dalam menciptakan perubahan positif. “Ayo, mari bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik untuk Sumba Timur,” tambahnya.

Inisiatif dukungan terhadap UMKM tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya yang kaya di Sumba Timur. Dengan upaya bersama, kita bisa menjaga kearifan lokal dan membawa kemajuan bagi generasi mendatang. (KENDAL1)

Berita Terkait

TERKINI