Yayasan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kampung Maumolo, Kelurahan Bansone, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Berbagai program pembangunan dan pemberdayaan dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat setempat.
Sebelumnya, YFMG telah membuat terobosan dengan membangun lima sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Fasilitas ini juga dimanfaatkan oleh dua sekolah, yakni SD Negeri Satap Maumolo dan SMP Negeri Satap Maumolo, yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
Kini, YFMG kembali melanjutkan pembangunan dengan menghadirkan lima bak penampung air. Pembangunan ini diharapkan dapat memperluas distribusi air bersih sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Field Manager Nara di Desa Maumolo, Andre Setiawan, menyampaikan bahwa saat ini pembangunan telah memasuki tahap akhir. “Saat ini, kami sedang mengerjakan bak penampung air yang kelima,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang YFMG dalam memperkuat infrastruktur dasar di wilayah tersebut. “Kami berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.
Selain pembangunan fisik, YFMG juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi warga melalui pembinaan kelompok UMKM. Warga dilibatkan dalam produksi keripik pisang dan singkong dengan berbagai varian rasa, serta pengembangan kerajinan tenun tradisional.
Tak hanya itu, YFMG juga membentuk kelompok tani organik yang akan didampingi secara berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada secara mandiri,” jelas Andre.
Program lain yang sedang digencarkan adalah dapur hidup atau pekarangan kreatif. Program ini dikemas dalam bentuk perlombaan agar lebih menarik minat masyarakat. “Program ini kami kemas dalam bentuk perlombaan agar lebih menarik dan dapat diterima masyarakat,” ungkapnya.
Andre menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan bertujuan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Dari setiap fasilitas dan program yang kami jalankan, harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Maumolo,” tambahnya.
Sementara itu, pendiri YFMG, Fransiscus Go, menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan nonfisik. “Kami ingin kehadiran YFMG tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tetapi juga memberikan program-program kreatif yang mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap Kampung Maumolo dapat menjadi contoh desa mandiri di NTT. “Kami percaya, Kampung Maumolo dapat menjadi contoh desa yang tumbuh, mandiri, dan hidup terhormat (Tumhiho),” tutupnya.





