Skip to content

Mudik Jadi Peluang Ekonomi, GMT Property Services Luncurkan Program “Mudik Produktif”

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

Jakarta – Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan secara berbeda oleh GMT Property Services. Tidak sekadar menjadi tradisi pulang kampung, mudik diubah menjadi peluang produktif yang mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui sebuah inisiatif inovatif.

Program bertajuk “Mudik Produktif” ini mendorong karyawan untuk membawa hasil bumi dari kampung halaman masing-masing. Komoditas tersebut kemudian diserap langsung oleh unit bisnis perusahaan, yakni SAYUR KENDAL yang berbasis di Menteng, Jakarta Pusat.

Pemilik SAYUR KENDAL, Rayhan Ch. Siego, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melibatkan seluruh karyawan dalam pengembangan bisnis. Menurutnya, keterlibatan ini tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan karyawan.

Rayhan menilai bahwa mudik merupakan leverage point strategis yang selama ini belum dimaksimalkan. Ia menyebut bahwa mobilitas masyarakat saat Lebaran dapat menjadi peluang ekonomi yang nyata jika dikelola dengan baik.

“Ini bukan sekadar program HR, tetapi inisiatif lintas fungsi yang terhubung dengan strategi bisnis, operasional, dan pengembangan karyawan,” ujar Rayhan dalam keterangannya.

Dari sisi sumber daya manusia, Mario Febriano selaku HR Director GMT Property Services menjelaskan bahwa program ini dirancang secara cepat dan adaptif menjelang musim mudik. Konsepnya sederhana namun berdampak, yakni karyawan membawa komoditas lokal seperti cabai, bawang, jahe, kunyit, hingga emping.

Setibanya di unit SAYUR KENDAL, produk-produk tersebut akan ditimbang dan dibeli kembali oleh perusahaan. Seluruh biaya pembelian dari daerah diganti penuh, sementara karyawan berkesempatan memperoleh margin dari selisih harga.

Dari sisi operasional, perusahaan tetap menerapkan standar ketat. Setiap produk yang masuk dicatat berdasarkan jenis, berat, dan asal daerah, kemudian dimasukkan ke dalam sistem inventori untuk memastikan transparansi dan efisiensi.

Selain itu, kualitas produk juga menjadi perhatian utama. Komoditas yang dibawa harus memenuhi kriteria layak jual, segar, dan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, sehingga distribusi tetap berjalan melalui proses procurement dan quality control.

Program ini pun mendapat respons positif dari para karyawan. Selain fleksibel dan tidak bersifat wajib, inisiatif ini memberikan peluang tambahan penghasilan tanpa tekanan, sekaligus memperkuat keterlibatan karyawan dalam ekosistem bisnis perusahaan.

Lebih jauh, program ini juga dinilai memiliki dampak sosial yang signifikan. Penyerapan produk lokal membuka akses pasar baru bagi petani dan pelaku usaha di daerah, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi kolaborasi yang lebih formal dengan UMKM di masa depan.

GMT Property Services menegaskan bahwa fokus utama program ini bukan sekadar keuntungan jangka pendek, melainkan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Melalui pendekatan gotong royong, fleksibilitas, dan partisipasi sukarela, “Mudik Produktif” diharapkan menjadi model baru kolaborasi antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat luas.

Berita Terkait

TERKINI