Skip to content

Membangun NTT, Fransiscus Go Ajak Pemuda Mampu Manfaatkan Kecanggihan AI

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

Kupang – Pengusaha asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Fransiscus Go mengajak para pemuda di Provinsi NTT untuk memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan (AI) dalam upaya membangun daerah ini ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Fransiscus Go saat diundang untuk berbincang-bincang di acara Podcast Pos Kupang dengan tema “NTT Maju: Peluang dan Tantangan pada Jumat (08/03/2024).

Dalam bincang-bincang tersebut, pengusaha yang biasanya disapa Frans Go menyoroti pentingnya peran teknologi, khususnya kecerdasan buatan, dalam mendukung pembangunan NTT.

“Kita hidup di era di mana teknologi semakin mengambil peran sentral dalam berbagai aspek kehidupan. Pemuda NTT harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk mengatasi tantangan dan meraih peluang dalam pembangunan daerah,” ujar Frans Go.

Menurut Frans Go, para pemuda harus mulai menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pasalnya, kata Frans Go, saat ini cepat atau lambat kita akan masuk ke babak revolusi kehidupan baru.

“Era 4.0 saya terjemahkan sebagai era Artificial Intelengge, sudah melewati internet of things, digitalisme, market place, mungkin bisa disebut era 4.0 atau awal era 4.0. Menurut saya pemuda NTT dan warga NTT harus siap, karena menurut saya pasti cepat akan masuk,” ujarnya.

Frans Go menambahkan, saat ini NTT memiliki modal yang sangat besar dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi. Sebagai provinsi dengan tingkat penggunaan tertinggi menjadi modal awal untuk beraptasi dan memanfaatkan teknologi mutakhir dalam membangun NTT yang lebih baik.

“Anak-anak muda sudah senang dengan gadget, sudah senang digital. Kalau kita lihat data BPS NTT adalah provinsi tertinggi pengguna internet, dari 5,8 juta, 60 persen menggunakan internet. Itu adalah modal berharga. Jadi langkah pertama mereka sudah senang dengan gadget dan internet, kedua kita bisa edukasi untuk mereka bagaimana cara memanfaatkan kecanggihan AI,” tuturnya.

Frans Go juga menekankan bahwa kecerdasan buatan dapat digunakan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan, untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pelayanan.

“Dengan memanfaatkan kecanggihan AI, kita dapat mengoptimalkan potensi yang ada di NTT dan menciptakan dampak yang positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Frans Go juga memberikan contoh-contoh konkretnya tentang bagaimana teknologi AI telah berhasil diterapkan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan.

Dia mengajak para pemuda NTT untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam pengembangan solusi-solusi berbasis teknologi untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh daerah.

Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan bahwa upaya memanfaatkan kecanggihan AI ini akan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (KENDAL1)

Berita Terkait

TERKINI