Skip to content

Sambangi Keluarga Besar di TTS, Fransiscus Go: Ini Luar Biasa, Tuhan Masih Mempertemukan Kami

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

JAKARTA – CEO GMT Institute, Ir. Fransiscus Go melakukan kunjungan silaturahmi dengan keluarga besar Go di Kapan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (4/4/2024).

Kunjungan dan silaturahmi ini selalu dilakukan oleh Fransiscus Go ketika datang ke NTT.
Tali silaturahmi tidak boleh terputus. Sebaliknya, rasa persaudaraan harus terus dipupuk dan dipelihara.

Seperti itulah nilai kekerabatan yang diperlihatkan keluarga besar Go di Pulau Timor, bahkan mereka yang tersebar di seantero Nusa Tenggara Timur, di seluruh Indonesia, pun mereka yang tinggal di luar negeri. Hari ini, Kamis (4/4/2024), Ir. Fransiscus Go, SH, bertemu dengan keluarga besar Go di Kapan, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan sekitarnya.

Frans Go begitu sapannya ke Pos Kupang melalui pesan WatshApp, membagikan cerita dan foto-foto pertemuan keluarga besar tersebut.

Menurut CEO GMT Institute itu, pertemuan keluarga besar Go di SoE, adalah untuk membangun tali silaturahmi serta saling mendukung rencana-rencana mereka di kemudian hari.

“Sangat bahagia bisa bertemu dengan keluarga besar Go di Kapan, SoE. Sesuatu yang luar biasa, Tuhan masih mempertemukan kami, satu dengan yang lainnya. Semoga kami tetap dan terus mendukung satu sama lain, di kemudian hari. Rencananya kami akan mencapai semua titik yang ada di daratan Timor,” kata Frans Go.

Sekedar tahu, pertemuan keluarga besar Go sering dilakukan, untuk menghormati leluhur mereka. Termasuk menyiram kuburan orang tua Frans Go di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Frans Go terlahir dari keluarga Alm. Felix Go dan Almh. Maria.

Direktur Yayasan Felix Maria Go itu, menempuh pendidikan SD sampai SMP di Kota Kefamenanu. Toko “Sembilan Jaya” masih berdiri kokoh di Kefa, tempat dimana Frans Go bersama 14 saudaranya dibesarkan. “Kami keluarga besar Go dimana pun berada, akan selalu menjalin kebersamaan, demi memelihara pesan leluhur,” tandas alumni Universitas Gajah Mada dan Atmajaya itu.

Berita Terkait

TERKINI