Maumolo – Semangat membangun dari akar rumput kini hadir nyata di Kampung Maumolo. Yayasan Felix Maria Go (YFMG) di bawah kepemimpinan Fransiscus Go menggulirkan program pemberdayaan masyarakat yang menyasar langsung kehidupan warga desa, dengan keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat paling bawah.
Fransiscus Go, atau yang akrab disapa Frans Go, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah gerakan membangun kemandirian yang berkelanjutan. Baginya, desa adalah fondasi sejati kekuatan sebuah bangsa, dan Kampung Maumolo dipilih sebagai titik awal dari impian besar tersebut.
“Kami di Yayasan YFMG percaya bahwa kekuatan bangsa dimulai dari desa,” ujar Frans Go dengan penuh keyakinan. Pernyataan itu bukan hanya slogan, melainkan landasan nilai yang mengarahkan setiap langkah program pemberdayaan yang dijalankan yayasan tersebut di lapangan.
Program yang digulirkan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan keterampilan warga, hingga pemanfaatan potensi alam yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Pendekatan menyeluruh ini dirancang agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Maumolo.
Frans Go menekankan bahwa keterlibatan masyarakat setempat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Warga bukan hanya dijadikan objek penerima manfaat, melainkan dilibatkan langsung sebagai pelaku utama dalam setiap proses pembangunan yang berlangsung di kampung mereka.
Di balik program ini, tersimpan kekaguman mendalam terhadap potensi Kampung Maumolo itu sendiri. Frans Go mengungkapkan bahwa desa tersebut memiliki kekayaan budaya dan sumber daya alam yang luar biasa, yang selama ini hanya membutuhkan pendampingan yang tepat agar dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata.
“Tugas kita adalah mendampingi, agar potensi ini bisa dikelola dengan baik,” kata Frans Go. Ia berharap Maumolo kelak tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat tinggal semata, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berdenyut dengan aktivitas produktif warganya.
Lebih dari sekadar menciptakan lapangan kerja, program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas budaya mereka sendiri. YFMG ingin memastikan bahwa kemajuan yang datang tidak mengorbankan akar tradisi dan kearifan lokal yang selama ini menjadi jati diri warga Maumolo.
Frans Go menyampaikan harapannya agar Kampung Maumolo suatu hari dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia. Ia percaya bahwa ketika masyarakat desa diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat, mereka mampu berdiri tegak, sejahtera, dan bangga dengan identitasnya sendiri.
Langkah YFMG di Kampung Maumolo menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan semata soal infrastruktur atau angka pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang manusia yang berdaya dan komunitas yang hidup dalam kebersamaan. Dari sudut desa yang mungkin luput dari sorotan, sebuah harapan baru kini sedang tumbuh perlahan namun pasti.





