Skip to content

Maumolo Belajar, Maumolo Bertumbuh: YFMG Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan Keluarga

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

Maumolo – Yayasan Felix Maria Go (YFMG) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat Desa Maumolo. Kali ini, YFMG mendorong warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah agar menjadi lebih produktif dan bernilai guna bagi kehidupan sehari-hari.

Salah satu langkah nyata yang diambil oleh YFMG adalah dengan menggerakkan para relawan yang bertugas di Maumolo untuk menyelenggarakan sebuah perlombaan bertema dapur hidup atau dapur kreatif. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk menyentuh kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan yang ada di sekitar rumah mereka.

Lomba dapur hidup tersebut bertujuan untuk memotivasi masyarakat Maumolo agar mau dan mampu menanam berbagai kebutuhan dapur langsung di pekarangan rumah. Dengan demikian, warga diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan harian mereka secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.

Konsep dapur hidup sendiri merujuk pada pekarangan yang ditanami berbagai tanaman bumbu dan sayuran yang lazim digunakan dalam kegiatan memasak sehari-hari. Tanaman seperti cabai, tomat, bawang, jahe, kunyit, hingga berbagai sayuran hijau bisa menjadi isi dari dapur hidup yang produktif.

Program ini disambut antusias oleh warga Maumolo yang melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus berkompetisi secara positif. Semangat gotong royong dan kebersamaan pun terlihat kian menguat di tengah masyarakat sejak program ini mulai dijalankan oleh para relawan YFMG.

Para relawan YFMG yang berdedikasi tinggi berperan sebagai pendamping dan fasilitator dalam program ini. Mereka tidak hanya menjelaskan teknik bercocok tanam yang baik, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan langsung kepada warga agar kegiatan berkebun di pekarangan menjadi sebuah kebiasaan jangka panjang.

Selain manfaat ketahanan pangan, program dapur hidup ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi keluarga. Dengan menanam sendiri kebutuhan dapur di pekarangan, pengeluaran rumah tangga untuk membeli bumbu dan sayuran sehari-hari dapat ditekan secara signifikan.

Lebih jauh, program ini juga memiliki nilai edukatif yang tinggi, terutama bagi generasi muda dan anak-anak di Desa Maumolo. Mereka diajak untuk mengenal dan mencintai alam sejak dini, sekaligus memahami pentingnya kemandirian pangan sebagai bagian dari ketahanan keluarga dan komunitas.

Melalui berbagai program pemberdayaan seperti ini, YFMG berharap Desa Maumolo dapat terus berkembang menjadi komunitas yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Semangat yang tertuang dalam tagline “Maumolo belajar, Maumolo bertumbuh” menjadi cerminan nyata dari tekad bersama untuk terus maju.

Ke depan, YFMG bersama para relawan dan masyarakat Maumolo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup warga. Lomba dapur hidup ini diharapkan hanya menjadi awal dari rangkaian panjang gerakan pemberdayaan yang akan terus tumbuh dan berkembang di Desa Maumolo.

Berita Terkait

TERKINI