MAUMOLO, NTT — Warga Maumolo, Nusa Tenggara Timur, kini punya satu alasan lagi untuk lega. Bak penampungan air bersih kelima yang dibangun atas dukungan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) dan bapak Fransiscus Go telah rampung dikerjakan dan resmi siap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Kehadiran infrastruktur ini menambah panjang daftar upaya nyata yang telah dilakukan kedua pihak demi menjawab kebutuhan air bersih di wilayah yang selama ini berjuang keras melawan kekeringan.
Maumolo bukan nama baru dalam peta krisis air bersih di NTT. Seperti banyak desa lain di provinsi kepulauan ini, warga Maumolo kerap harus menempuh jarak jauh atau mengantre panjang hanya untuk mendapatkan air layak minum, terutama di musim kemarau panjang. Keterbatasan infrastruktur penampungan menjadi akar masalah yang sudah lama dirasakan, namun belum juga terselesaikan secara menyeluruh.
Kehadiran YFMG di Maumolo bukan kali ini saja. Bak penampungan kelima ini merupakan kelanjutan dari empat bak sebelumnya yang sudah lebih dulu berdiri dan digunakan warga. Artinya, komitmen yang dibangun bukan sekadar program sesaat, melainkan bagian dari keterlibatan jangka panjang yang konsisten menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat di daerah terpencil NTT.
Proses pembangunan bak kelima ini melibatkan tenaga lokal dan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi geografis Maumolo yang khas. Material bangunan dipilih agar tahan menghadapi cuaca ekstrem khas NTT, mulai dari terik matahari yang menyengat hingga curah hujan yang tidak menentu. Hasilnya adalah sebuah bak penampungan yang kokoh dan dirancang untuk bertahan dalam jangka panjang demi melayani kebutuhan warga secara berkelanjutan.
Kapasitas tampung bak kelima ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak keluarga dibandingkan bak-bak sebelumnya. Dengan bertambahnya titik penampungan, distribusi air bersih di Maumolo kini menjadi lebih merata dan tidak lagi bergantung pada satu atau dua sumber saja. Warga yang tinggal di bagian permukiman yang sebelumnya sulit dijangkau kini memiliki akses yang jauh lebih dekat dan mudah.
Bagi ibu-ibu dan anak-anak di Maumolo, rampungnya bak ini bukan sekadar berita baik, melainkan perubahan nyata dalam keseharian. Selama ini, tugas mengambil air kerap jatuh kepada perempuan dan anak-anak yang harus berjalan kaki jauh setiap pagi. Dengan adanya titik penampungan baru yang lebih dekat, waktu dan tenaga yang selama ini habis di jalan kini bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih produktif, termasuk pendidikan anak dan kegiatan ekonomi rumah tangga.
Fransiscus Go, yang selama ini menjadi motor penggerak program di Maumolo, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat pelosok NTT bukan sekadar kegiatan filantropi biasa. Baginya, memastikan setiap orang memiliki akses terhadap air bersih adalah soal keadilan dan martabat manusia. Dukungannya terhadap YFMG di Maumolo mencerminkan keyakinan bahwa pembangunan sejati dimulai dari pemenuhan kebutuhan paling dasar warga.
YFMG sendiri menyatakan bahwa program di Maumolo menjadi salah satu proyek prioritas yang terus dipantau perkembangannya secara langsung. Yayasan ini tidak hanya menyalurkan dana dan membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan adanya pendampingan bagi warga agar bak penampungan yang telah dibangun dapat dikelola dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat setempat. Pendekatan ini dinilai penting agar manfaat program tidak berhenti begitu tim lapangan meninggalkan lokasi.
Rampungnya bak kelima ini disambut antusias oleh warga Maumolo. Bagi mereka, setiap bak yang berdiri bukan hanya berarti air yang lebih mudah didapat, tetapi juga bukti bahwa ada pihak luar yang benar-benar peduli dan hadir secara konkret untuk mereka. Kepercayaan warga terhadap program ini pun semakin kuat, mengingat janji-janji sebelumnya telah terbukti diwujudkan satu per satu hingga bak kelima ini tuntas dibangun.
Ke depan, YFMG dan Fransiscus Go berencana untuk terus memperluas jangkauan program air bersih di NTT, tidak hanya di Maumolo tetapi juga di desa-desa lain yang menghadapi permasalahan serupa. Rampungnya bak penampungan kelima ini menjadi penanda bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses layanan dasar.





