Skip to content

YFMG Edukasi Budidaya Hidroponik untuk Anak Muda di Katon Walang Flores Timur

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

FLORES TIMUR — Yayasan Felix Maria Go (YFMG) kembali menghadirkan kegiatan edukasi pertanian bagi masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kali ini, YFMG memberikan pendampingan budidaya hidroponik kepada anak-anak muda di Gereja Pasionis Katon Walang, Desa Katon Walang, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan instalasi hidroponik yang sebelumnya dibangun YFMG di Paroki Katon Walang. Edukasi tidak hanya melibatkan anak-anak muda gereja, tetapi juga siswa-siswi SMPN 2 Tanjung Bunga yang dihimpun oleh Frater Patrisius Duawitin.

Instruktur pertanian YFMG, Andre Setiawan, hadir memberikan pemahaman langsung mengenai teknik budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik. Peserta diperkenalkan dengan berbagai tahapan, mulai dari mengenal alat dan bahan hingga proses perawatan tanaman.

“Mulai hari ini saya mewakili Yayasan Felix Maria Go, berkunjung ke Paroki Katon Walang untuk melakukan kegiatan edukasi budidaya hidroponik. Dalam kegiatan ini, kami berbagi pengalaman tentang tata cara budidaya sayur dengan sistem hidroponik,” kata Andre kepada media ini, Kamis (8/10/2026).

Menurut Andre, materi yang diberikan mencakup cara menyemai benih, membuat larutan nutrisi, hingga standar operasional prosedur (SOP) dalam merawat tanaman hidroponik. Pendampingan tersebut diharapkan membuat penerima bantuan mampu mengelola instalasi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari bantuan instalasi hidroponik yang sudah dibangun oleh Yayasan Felix Maria Go di Paroki Katon Walang,” ujarnya.

Frater Patrisius Duawitin menyambut positif bantuan dan pendampingan tersebut. Menurutnya, kehadiran mentor menjadi nilai penting karena masyarakat tidak hanya menerima instalasi, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai cara menggunakannya.

“Frater senang karena tidak hanya diberikan bangunannya saja, tetapi pihak Yayasan Felix Maria Go juga mendatangkan mentor untuk mengajarkan cara bagaimana budidaya. Ini sebuah pengalaman baru bagi kami, dan kami sangat antusias,” tutur Andre menirukan pernyataan Frater Patrisius.

Kehadiran instalasi hidroponik juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat setempat. Selama ini, warga Desa Katon Walang yang membutuhkan sayuran harus menempuh perjalanan menuju Kota Larantuka.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, paling tidak kami tidak perlu jalan jauh lagi untuk membeli sayur,” ujar Frater Patrisius seperti ditirukan Andre.

Antusiasme juga terlihat dari Bang Tueng, salah satu pemuda gereja yang dipercaya menjadi penanggung jawab instalasi hidroponik. Ia tertarik mempelajari bagaimana sayuran dapat tumbuh menggunakan instalasi pipa, berbeda dengan pola pertanian yang selama ini dilakukan masyarakat dengan media tanah.

Andre mengatakan, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketua YFMG Fransiscus Go berharap bantuan instalasi dan edukasi hidroponik dapat menambah pengalaman sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Berita Terkait

TERKINI