Skip to content

Nara Kupu Village Sukses Kembangkan Hidroponik NFT, Hadirkan Solusi Pertanian Modern untuk Ketahanan Pangan

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

Depok – Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata dan meningkatnya kebutuhan pangan, Nara Kupu Village (NKV) berhasil mengembangkan serta mengoperasikan sistem hidroponik Nutrient Film Technique(NFT) sebagai solusi pertanian modern yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan sistem budidaya yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian masa depan.

Melalui penerapan teknologi hidroponik NFT, Nara Kupu Village mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi dengan penggunaan air yang jauh lebih hemat dibandingkan metode konvensional. Selain itu, sistem ini menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam dan produktivitas yang lebih optimal sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan tersebut bukan diraih dalam waktu singkat. Tim Nara Kupu Village menjalani proses panjang mulai dari pembelajaran, serangkaian uji coba, hingga pengembangan teknologi secara berkelanjutan agar sistem NFT dapat beroperasi secara optimal sesuai kebutuhan tanaman.

Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, mengatakan pengembangan sistem hidroponik NFT merupakan bagian dari komitmen NKV dalam menghadirkan solusi pertanian yang relevan dengan tantangan masa depan. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar sektor pertanian mampu terus berkembang di tengah perubahan kondisi lingkungan.

“Kami tidak hanya membangun instalasi hidroponik, tetapi juga membuktikan bahwa sistem NFT dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, serta berpotensi menjadi model pertanian masa depan,” ujar Yosep.

Dalam proses pengembangannya, Yosep bekerja bersama Kriskama Aprianto, seorang profesional hidroponik sekaligus petani milenial yang berperan dalam perencanaan, pengembangan, hingga optimalisasi sistem. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan implementasi teknologi hidroponik di NKV.

Yosep menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Menurutnya, keberanian untuk terus belajar dan berinovasi menjadi modal utama dalam membangun pertanian yang lebih maju.

“Pertanian modern membutuhkan keberanian untuk terus belajar dan berinovasi. Generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak perubahan tersebut,” tambah Yosep.

Sementara itu, pemilik Nara Kupu Village, Rayhan C. Siego, mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang telah berhasil menghadirkan inovasi pertanian yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di masa depan.

“Di tengah ancaman perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan global, Nara Kupu Village memilih untuk bergerak maju dengan menghadirkan solusi nyata. Keberhasilan sistem NFT ini menjadi bukti bahwa pertanian modern dapat menjadi bagian penting dari masa depan Indonesia,” kata Rayhan.

Teknologi hidroponik NFT kini semakin banyak diminati karena mampu menjawab berbagai tantangan pertanian modern, mulai dari keterbatasan lahan, efisiensi penggunaan air, hingga kebutuhan akan hasil panen yang konsisten. Sistem ini memungkinkan larutan nutrisi mengalir secara terus-menerus ke akar tanaman sehingga penyerapan unsur hara berlangsung lebih optimal dan pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal.

Keberhasilan pengembangan sistem hidroponik NFT semakin memperkuat posisi Nara Kupu Village sebagai pusat edukasi, inovasi, dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Mengusung konsep **edu-farm**, NKV tidak hanya menjadi destinasi wisata berbasis pertanian, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar mengenai perkebunan organik, konsep *farm-to-table*, serta pentingnya menjaga keseimbangan alam. Melalui berbagai inovasi tersebut, Nara Kupu Village berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan pangan Indonesia yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

TERKINI