Skip to content

Wawasan Nusantara sebagai Landasan Visional

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email
Print

Oleh: Ir. Fransiscus Go, diambil dari buku Mengakhiri Era Tenaga Kerja Murah

Landasan visional merupakan konsep makro yang menerjemahkan cita-cita bangsa menjadi arah dan tujuan pembangunan nasional. Visi bangsa Indonesia tertuang dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, bangsa Indonesia harus mampu menjaga persatuan dan kedaulatan serta membangun kemandirian dalam mengelola kekayaan alam yang dimiliki. Dengan demikian, terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur sangat bergantung pada cara bangsa Indonesia memandang dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya dalam menghadapi berbagai tantangan.

Bangsa Indonesia perlu memahami karakteristik diri dan lingkungannya yang beragam, baik dari segi ras, suku, agama, budaya, maupun golongan. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dikelola dengan baik untuk memperkuat persatuan dan kesatuan nasional. Persatuan yang dibangun bukanlah keseragaman, melainkan persatuan dalam keberagaman yang terikat oleh identitas sebagai bangsa Indonesia dan kesadaran akan tanah air yang sama.

Prinsip ini juga berlaku dalam dunia ketenagakerjaan, di mana tenaga kerja Indonesia memiliki latar belakang etnis, ras, agama, budaya, dan golongan yang berbeda. Oleh karena itu, upaya membangun, mendidik, dan melatih tenaga kerja agar mampu bekerja secara efektif dalam satu tim perlu berlandaskan semangat persatuan dalam keberagaman.

Dalam pembangunan industri yang berdaya saing, pemilihan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan kondisi geografis serta potensi kekayaan alam Indonesia. Peningkatan kualitas tenaga kerja perlu diarahkan pada penguasaan keterampilan, pengetahuan, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pendekatan tersebut membutuhkan cara pandang yang menyeluruh terhadap kondisi bangsa, potensi wilayah, dan keberagaman masyarakat Indonesia.

Cara pandang tersebut dikenal sebagai Wawasan Nusantara, yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta wilayah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam penerapannya, Wawasan Nusantara menekankan pentingnya kesatuan wilayah sekaligus penghargaan terhadap kebinekaan untuk mewujudkan tujuan nasional (Suradinata, 2005).

Dengan demikian, Wawasan Nusantara sebagai landasan visional menjadi pedoman dalam mengarahkan pembangunan nasional, termasuk peningkatan kualitas tenaga kerja dan pengembangan industri yang berdaya saing. Penerapan landasan ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia secara optimal, memperkuat persatuan nasional, serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, adil, dan makmur.

Berita Terkait

TERKINI