Oleh: Ir. Fransiscus Go, diambil dari buku Mengakhiri Era Tenaga Kerja Murah
Sejatinya, kita punya segunung harapan untuk meningkatkan SDM. Ada upaya serempak untuk menciptakan iklim yang mendukung ke arah sana. Tengok saja kerja keras pemberantasan korupsi oleh KPK, reformasi birokrasi meskipun belum merata, perbaikan infrastruktur jalan, pelabuhan, dermaga, pertumbuhan ekonomi yang stabil, peningkatan investasi luar negeri, serta peningkatan perhatian dunia usaha/industri terhadap nasib tenaga kerja.
Lumayan lengkap bukan? Boleh kita meminjam teori keunggulan kompetitif dan daya saing oleh Michael E. Porter. Menurut Porter, suatu negara akan memiliki daya saing jika kondisi industrinya kompetitif. Kondisi ini salah satunya ditentukan oleh pengendalian terhadap faktor produksi, seperti tenaga kerja berkualitas, infrastruktur, dan penggunaan teknologi.
Namun, dalam kenyataannya, saat ini daya saing Indonesia masih berada di urutan ke-5 dari 10 negara ASEAN. Diharapkan, sederet upaya perbaikan iklim ekonomi yang kondusif, bergerak membenahi regulasi, meningkatkan koordinasi, dan implementasi program-program peningkatan kualitas SDM. Targetnya, meningkatkan daya saing Indonesia menuju 3 besar di ASEAN.
Di sisi lain, meningkatnya angka partisipasi murni untuk pendidikan tinggi atau makin banyaknya warga yang dapat mengenyam bangku kuliah juga dapat mendongkrak kualitas tenaga kerja yang diserap oleh pasar tenaga kerja. Kualitas tenaga kerja yang meningkat, selanjutnya akan mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas dengan harga yang kompetitif sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
Dengan demikian, dunia usaha/industri menangguk keuntungan secara finansial. Dari keuntungan finansial inilah semestinya bisa disalurkan kembali bagi pengembangan tenaga kerja dalam bentuk sistem pengupahan yang lebih baik dan alokasi anggaran pendidikan dan pelatihan yang lebih besar, selain peningkatan permodalan perusahaan itu sendiri.
SDM yang qualified akan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan terampil menggunakan teknologi. Keduanya berkontribusi langsung pada daya saing industri karena perusahaan bakal mampu menekan biaya produksi. Selain itu, penguasaan alat-alat teknis juga membuat dunia usaha/industri menciptakan produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah. Semua itu akan mengantarkan produk dari negeri ini mampu bersaing dengan negara-negara lain, terutama di kawasan ASEAN.




